
Kutai Timur – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi generasi muda di Kutai Timur untuk kembali memahami nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan pemersatu bangsa.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengajak pelajar dan seluruh anak bangsa tidak sekadar memperingati 1 Oktober sebagai seremoni, tetapi juga menghayati makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikan Ardiansyah seusai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026). Menurutnya, peringatan tersebut memiliki kaitan erat dengan perjalanan sejarah bangsa, khususnya peristiwa kelam yang terjadi pada 1965.
“Alhamdulillah, dengan kesiapan semua komponen bangsa, semua anak bangsa, terutama para tentara yang saat itu siap untuk membela keutuhan bangsa, maka sebagaimana hari ini kita ketahui, kita kembali menyaksikan Pancasila masih tetap berdiri tegak,” kata Ardiansyah.
Ia menilai perjalanan sejarah tersebut menunjukkan pentingnya keberadaan ideologi yang mampu menjadi pemersatu bangsa. Karena itu, menurut Ardiansyah, nilai Pancasila perlu terus dipahami oleh setiap generasi agar tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Bagian yang sangat harus kita berikan penghargaan adalah bahwa satu babak itu tidak bisa kita hilangkan, bahwa kita memiliki pemersatu bangsa dalam konsep ideologi,” ujarnya.
Ardiansyah secara khusus mengingatkan generasi muda, termasuk pelajar, untuk mendalami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Ia berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat sekaligus penyemangat untuk menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan.
Ia menambahkan, 1 Oktober diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman terhadap ideologi bangsa dan mendorong masyarakat menjalani kehidupan secara baik sesuai nilai-nilai Pancasila.
“Kepada semua generasi muda, pelajar, dan lain-lain, siapapun anak bangsa ini, mari kita betul-betul menghayati dan mendalami makna dari Pancasila,” tutupnya. (YS/ADV)
![]()






