
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mendorong peningkatan populasi sapi sebagai langkah memperkuat ketersediaan ternak lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Upaya tersebut dinilai penting setelah pada momentum Lebaran Kurban sebelumnya, sebagian kebutuhan sapi harus dipenuhi melalui pasokan dari luar daerah akibat terbatasnya ketersediaan ternak lokal.
“Untuk Lebaran Kurban yang kemarin itu sempat didatangkan dari luar karena mungkin pasokan dari sini agak terbatas,” tuturnya.
Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur Cut Meutia mengatakan, kebutuhan daging masyarakat hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Aktivitas pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) berada pada kisaran satu hingga dua ekor sapi per hari.
“Kalau untuk daging untuk sementara di RPH itu ada pemotongan satu sampai dengan dua ekor, nah, untuk kebutuhan daging sampai saat ini masih terpenuhi, masih aman,” kata Cut Meutia di ruang kerjanya, Kamis (1/10/2026).
Menurut Cut Meutia, kebutuhan daging lokal lebih banyak dipenuhi dari ternak yang dipasok langsung ke pasar. Sementara itu, daging beku yang beredar umumnya berasal dari luar daerah.
“Kecuali yang daging-daging frozen atau beku itu yang dari luar, cuman kita biasanya lebih ke yang lokal, langsung ke pasar,” ujarnya.
Ia menyebut kebutuhan ternak untuk pemotongan pada tahun ini mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjadi salah satu faktor dalam situasi peternakan.
“Untuk tahun ini mungkin sedikit meningkat dibandingkan tahun yang kemarin karena ada wabah PMK,” sebutnya.
Untuk memperkuat ketersediaan sapi lokal, DTPHP menjalankan program Si Komandan atau Sapi Kerbau Komunitas Andalan Negeri. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan populasi ternak di Kabupaten Kutai Timur.
“Nah, makanya kita ada program yang namanya Si Komandan, Sapi Kerbau Komunitas Andalan Negeri,” jelasnya.
Cut Meutia menjelaskan, pengembangan populasi sapi juga dilakukan melalui inseminasi buatan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan populasi ternak secara berkelanjutan sehingga kebutuhan sapi di daerah tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar.
“Dengan adanya program Si Komandan itu bisa memungkinkan untuk meningkatkan populasi yang ada di Kabupaten Kutai Timur,” tandasnya. (IC/ADV)
![]()






