
Kutai Timur – Pemanfaatan maggot sebagai sumber protein alternatif untuk pakan unggas mulai dikembangkan di Kabupaten Kutai Timur. Namun, penggunaannya di kalangan peternak setempat masih dinilai belum terlalu familiar sehingga potensinya masih perlu diperluas.
Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur Cut Meutia mengatakan, maggot memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam pemenuhan kebutuhan protein pada pakan unggas.
“Kalau yang maggot itu mungkin lebih ke protein, istilahnya, kalau di sini belum terlalu familiar,” kata Cut Meutia di ruang kerjanya, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, budidaya maggot sebenarnya sudah mulai dilakukan. Salah satu pertimbangannya karena organisme tersebut memiliki perkembangan yang relatif cepat sehingga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan peternakan.
“Cuman masih ada budidaya untuk maggot itu sendiri, mungkin karena lebih cepat perkembangannya,” ujarnya.
Maggot dapat diberikan kepada unggas sebagai bagian dari pakan karena memiliki kandungan protein yang lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat maggot berpotensi menjadi salah satu alternatif sumber protein bagi peternak.
“Maggot kan seperti sejenis ulat yang dikasih ke unggas karena proteinnya lebih tinggi,” sebutnya.
Selain untuk pakan, budidaya maggot juga dapat dikaitkan dengan pemanfaatan sisa makanan. Bahan makanan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat digunakan sebagai pakan maggot sehingga memiliki nilai manfaat dalam rangkaian budidaya.
“Bisa, sisa makanan itu bisa diberikan ke maggot, jadi sisa makanan itu tidak terbuang sia-sia,” tuturnya.
Meski memiliki sejumlah potensi, Cut Meutia menyebut pemanfaatan maggot di Kutai Timur masih belum terlalu dikenal oleh peternak. Karena itu, pengembangannya membutuhkan pemanfaatan yang lebih luas agar dapat diterapkan dalam kegiatan peternakan.
Pemanfaatan maggot juga membuka peluang untuk menghubungkan pengelolaan sisa makanan dengan penyediaan sumber protein bagi unggas. Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi kelompok peternak di lapangan.
Dengan potensi tersebut, maggot dapat menjadi salah satu alternatif yang dikembangkan dalam peternakan unggas di Kutai Timur, terutama karena budidayanya dapat membantu memanfaatkan sisa makanan sekaligus menyediakan sumber protein untuk pakan. (IC/ADV)
![]()






