Aktivitas Kapal di Perairan Pulau Miang Jadi Perhatian Desa

Kutai Timur – Aktivitas kapal di sekitar perairan Pulau Miang menjadi perhatian pemerintah desa karena berkaitan dengan ruang aktivitas masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari laut. Keberadaan sejumlah kapal disebut berada di sekitar lokasi yang selama ini digunakan nelayan untuk mencari ikan.

Kepala Desa (Kades) Pulau Miang Kecamatan Sangkulirang, Alimuddin Daoed, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, aktivitas kapal batu bara dan kapal lain berada di sekitar kawasan perairan yang juga dimanfaatkan nelayan.

“Perekonomian ikan, orang ngambil ikan ini terganggu karena pelabuhannya kan ditempati oleh batu bara-batu bara,” ujarnya.

Ia menyebut terdapat sejumlah kapal yang beraktivitas di sekitar Pulau Miang. Dalam keterangannya, kapal-kapal tersebut disebut dapat berada di sisi kanan, kiri maupun bagian depan pulau.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat ruang yang biasa digunakan masyarakat untuk aktivitas perikanan ikut terdampak. Ia juga menyampaikan kekhawatiran terhadap material yang berasal dari aktivitas kapal, termasuk batu bara dan kemungkinan minyak.

Alimuddin mengatakan persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena aktivitas perikanan masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pulau Miang. Ia berharap pemerintah dapat melihat kondisi tersebut secara langsung dan mencari langkah yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat.

“Setiap hari itu ada saja kapal sampai lima, enam di situ, sebelah kanannya, sebelah kirinya, di depannya Pulau Miang ada semua kapal-kapalnya,” katanya.

Ia menilai perlu ada perhatian terhadap aktivitas di perairan agar keberadaan kapal tidak mengganggu ruang masyarakat dalam mencari ikan. Menurutnya, kondisi perairan berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat yang masih memanfaatkan laut sebagai sumber penghidupan.

Selain aktivitas perikanan, kondisi tersebut juga berkaitan dengan rencana pengembangan Pulau Miang sebagai kawasan wisata. Menurut Alimuddin, pengembangan wisata perlu berjalan bersama dengan perlindungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Kepala desa berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama pemerintah dan pihak terkait. Dengan demikian, aktivitas kapal dan kepentingan masyarakat dapat dibahas secara bersama dengan memperhatikan kondisi perairan Pulau Miang.

Ia berharap perhatian terhadap kondisi perairan dapat menjadi bagian dari pembahasan pengembangan Pulau Miang ke depan. Kepentingan masyarakat nelayan dan potensi wisata diharapkan tetap dapat diperhatikan dalam pengelolaan kawasan tersebut. (ADV/IR)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *