
Kutai Timur – Stadion Utama Kudungga Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas olahraga masyarakat, termasuk menjadi tempat latihan bagi anak muda yang sebelumnya melakukan balap liar.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kabupaten Kutai Timur Basuki Isnawan mengatakan, fasilitas olahraga seharusnya dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas tanpa membatasi usia. Menurutnya, pembatasan usia lebih ditujukan kepada atlet yang mengikuti pertandingan dalam konteks olahraga prestasi.
“Kalau untuk olahraga bebas, semua orang boleh berolahraga, jangan sampai orang yang tua-tua enggak boleh berolahraga,” kata Basuki di Gedung KONI Kutim, Senin (21/9/2026).
Selain memberikan akses olahraga kepada masyarakat, pembukaan stadion juga menjadi salah satu langkah untuk menyediakan ruang bagi anak muda yang sebelumnya melakukan aktivitas balap liar. Dengan adanya fasilitas tersebut, kegiatan mereka dapat diarahkan ke tempat yang lebih terkontrol.
“Di sini banyak anak-anak yang balap-balap liar itu latihan, ini salah satu upaya saya bagaimana membantu pihak kepolisian mengurangi balap liar yang ada di Sangatta,” ujarnya.
Untuk memberikan ruang tersebut, Dispora membuka akses Stadion Kudungga setiap Sabtu dan Minggu. Anak muda yang memanfaatkan fasilitas diminta tetap melakukan aktivitas di dalam area stadion dan tidak diganggu selama menjalani latihan.
“Saya buka Sabtu sampai Minggu, saya minta kepada warga masyarakat jangan diganggu, biarkan mereka latihan,” jelasnya.
Basuki menjelaskan, pemanfaatan stadion tersebut tetap dilakukan dengan pengawasan. Dispora bersama Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bontang turut melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang berlangsung.
“Tapi dalam pengawasan saya dan pengawasan Satlantas Polres Bontang,” katanya.
Menurut Basuki, penyediaan ruang latihan menjadi solusi agar upaya mengurangi balap liar tidak hanya dilakukan melalui larangan. Anak muda tetap diberikan alternatif untuk menyalurkan aktivitas mereka dalam tempat dan kondisi yang lebih terarah.
“Daripada dilarang, kamu jangan balap liar, tapi enggak kasih solusi, saya kasih solusi, kamu jangan balap liar, mainnya di stadion,” ujarnya.
Stadion Kudungga dibuka untuk aktivitas tersebut pada Sabtu dan Minggu mulai pukul 15.00 hingga 18.00. Pengaturan waktu dan lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengarahkan kegiatan pemuda agar berlangsung di tempat yang telah disediakan.
Basuki menilai penyediaan fasilitas olahraga dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mengarahkan aktivitas anak muda. Dengan adanya ruang yang tersedia dan pengawasan dari pihak terkait, pemanfaatan stadion diharapkan tetap berjalan sesuai tujuan. (IC/ADV)
![]()






