
Kutai Timur – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur terus mendorong pengembangan benih padi berumur pendek atau genjah. Namun, pengembangan varietas tersebut tidak hanya mempertimbangkan tingkat produktivitas, tetapi juga kesesuaian dengan jenis beras yang telah dikenal dan diterima petani serta masyarakat.
Kepala Bidang (Kabid) DTPHP Kabupaten Kutai Timur, Dessy Wahyu Fitria, mengatakan pengembangan benih perlu mempertimbangkan varietas yang selama ini digunakan petani, seperti IR dan Mekongga. Hal tersebut disampaikannya di Kantor DTPHP Kutai Timur, Rabu (23/9/2026).
“Saat ini kita berusaha mengembangkan bibit yang bisa lebih genjah, genjah itu umurnya pendek, produksinya tinggi,” kata Dessy.
Menurut Dessy, benih dengan produktivitas tinggi belum tentu dapat langsung diterapkan apabila hasil berasnya tidak sesuai dengan selera masyarakat. Karena itu, karakter beras menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan varietas baru.
“Kalau kita mungkin meningkatkan produksi, tetapi kembali apakah berasnya nanti disukai masyarakat yang ada di sini atau tidak,” ujarnya.
Ia menjelaskan varietas yang sudah digunakan dan dikenal petani tetap menjadi bagian dari pertimbangan. IR dan Mekongga, misalnya, masih digunakan oleh petani di Kutai Timur sehingga pengembangan benih baru tidak serta-merta menggantikan varietas tersebut.
“Kita tetap memperhatikan jenis bibit yang sudah dikenal dan digunakan petani,” tuturnya.
Pengembangan benih genjah diharapkan dapat menghasilkan tanaman yang memiliki masa panen lebih singkat sekaligus tetap memberikan produktivitas tinggi. Dengan waktu tanam hingga panen yang lebih pendek, varietas tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi padi di daerah.
Namun, upaya meningkatkan produksi beras tidak hanya bergantung pada produktivitas lahan. Penerimaan petani serta kesesuaian hasil beras dengan selera masyarakat juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan agar varietas yang dikembangkan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Karena itu, DTPHP Kutai Timur mengarahkan pengembangan benih genjah dengan mempertimbangkan dua aspek utama, yakni umur tanaman yang lebih pendek dan produktivitas yang tinggi, tanpa mengabaikan varietas yang telah dikenal serta kebutuhan konsumen. (IC/ADV)
![]()






