
Kutai Timur – Kondisi kawasan olahraga Kabupaten Kutai Timur yang semakin tertata mulai menarik minat penyelenggara kegiatan dari luar daerah. Fasilitas yang tersedia kini dimanfaatkan untuk berbagai agenda, mulai dari kegiatan olahraga hingga hiburan.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kabupaten Kutai Timur, Basuki Isnawan, mengatakan penataan kawasan membuat sejumlah pihak dari luar daerah mulai mempertimbangkan lokasi tersebut sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan dengan skala besar.
Ia menjelaskan, peningkatan kondisi fasilitas menjadi salah satu alasan munculnya ketertarikan tersebut. Kawasan olahraga kini memiliki area parkir yang luas, lingkungan yang lebih bersih, serta fasilitas toilet yang dinilai mencukupi untuk mendukung kegiatan.
“Orang sekarang mulai berebutan melihat tempat ini lebih baik, kenapa, karena betul-betul tempatnya bagus,” kata Basuki, Senin (21/9/2026).
Selain kegiatan olahraga, kawasan tersebut juga mulai diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan berbagai acara hiburan. Sejumlah event organizer (EO) dari luar mulai melihat kawasan olahraga sebagai alternatif lokasi untuk menggelar kegiatan.
“Contohnya lagi kita lihat akan ada hiburan-hiburan yang akan di sini, pihak-pihak luar EO melihat tempatnya betul-betul bagus,” ujarnya.
Basuki menyampaikan salah satu agenda hiburan yang akan digelar adalah penampilan Slank pada tanggal 3. Sebelumnya, kawasan olahraga tersebut juga pernah menjadi lokasi kegiatan yang menghadirkan grup musik Dewa.
“Tanggal 3 nanti ada Slank, tahun lalu ada Dewa, artinya upaya sudah kami lakukan dengan membersihkan kawasan,” jelasnya.
Menurutnya, kebersihan dan penataan kawasan menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya guna fasilitas. Kondisi lingkungan yang bersih dan tertata dinilai dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat maupun penyelenggara untuk memanfaatkan kawasan tersebut.
“Dengan membersihkan kawasan, orang bisa menggunakan ini, berarti tinggal bersurat dengan kita,” katanya.
Ia menambahkan, pihak yang hendak menggunakan fasilitas kawasan olahraga perlu melakukan koordinasi dengan Dispora melalui pengajuan kegiatan. Selanjutnya, penggunaan lokasi akan disesuaikan dengan jadwal kegiatan yang telah ditetapkan.
“Kita akan lihat jadwal, itu banyak, Mas, betul-betul banyak,” ujarnya.
Basuki menilai meningkatnya ketertarikan penyelenggara kegiatan menjadi salah satu gambaran perubahan pemanfaatan kawasan setelah dilakukan pembenahan. Namun, kebersihan, kerapian, serta pengelolaan fasilitas tetap perlu dijaga agar kawasan tersebut dapat terus digunakan untuk berbagai kegiatan.
“Artinya orang sekarang mulai berebutan melihat tempat ini lebih baik,” pungkasnya. (IC/ADV)
![]()






