
Kutai Timur — Ketersediaan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mempertemukan pencari kerja dengan peluang kerja yang tersedia. Di tengah kondisi pasar kerja yang terus berubah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus membangun komunikasi dengan perusahaan untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans Kutim, Alexander Tarigan, mengatakan bahwa sepanjang 2026, pihaknya tetap menjalankan koordinasi dengan perusahaan melalui komunikasi dan penyuratan. Salah satu tujuannya adalah memperoleh informasi mengenai lowongan kerja maupun penempatan tenaga kerja.
“Program-program yang kami buat sebatas menyurati perusahaan. Kalau ada lowongan, kami minta koordinasi ke sini. Kalau memang ada penempatan, kami minta laporannya ke kami,” ujar Alexander saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, informasi yang diterima dari perusahaan selanjutnya dapat disebarluaskan kepada masyarakat. Disnakertrans Kutim memanfaatkan sejumlah saluran komunikasi, termasuk media sosial, untuk menyampaikan informasi peluang kerja yang masuk.
“Kalau ada perusahaan yang memberikan lowongan, itu akan disebar lewat Instagram, Facebook, dan lainnya. Di sini juga ada data pencari kerja, jadi informasi lowongan yang kami terima bisa kami sebarkan,” jelasnya.
Alexander mengatakan, komunikasi dengan perusahaan menjadi bagian penting dalam memperluas akses pencari kerja terhadap informasi.
Dengan adanya penyampaian informasi dari perusahaan kepada pemerintah daerah (pemda), peluang kerja yang tersedia dapat diketahui oleh masyarakat yang sedang membutuhkan pekerjaan.
Ke depan, pihaknya juga mempertimbangkan penguatan pola komunikasi secara lebih terarah bagi masyarakat yang telah terdaftar sebagai pencari kerja. Salah satu gagasan yang muncul adalah membentuk kelompok komunikasi khusus untuk memudahkan penyebaran informasi.
“Mudah-mudahan tahun depan, kalau memungkinkan, ada semacam grup khusus bagi yang sudah mendaftar sebagai pencari kerja. Jadi, kita bisa lebih fokus menyebarkan informasi kepada mereka yang memang sudah terdata,” tuturnya.
Dirinya menilai keberadaan data pencari kerja dapat membantu Disnakertrans Kutim menjalin komunikasi yang lebih efektif. Masyarakat yang telah mendaftarkan diri dapat menjadi bagian dari kelompok yang lebih mudah dijangkau ketika informasi lowongan tersedia.
Namun, Alexander juga berharap perusahaan dapat terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja yang disampaikan secara terbuka akan membantu pemerintah daerah menjalankan fungsi fasilitasi antara dunia usaha dan masyarakat pencari kerja.
Melalui komunikasi yang berkelanjutan dengan perusahaan serta pemanfaatan berbagai saluran informasi, Disnakertrans Kutim berharap akses masyarakat terhadap informasi lowongan kerja dapat semakin terbuka dan tepat sasaran. (TS/ADV)
![]()






