Indeks

Listrik Sudah 24 Jam, Beberapa Titik Di Telen Belum Sepenuhnya Tersambung.

Kutai Timur – Delapan desa di wilayah Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kini telah menikmati aliran listrik 24 jam penuh, menjadi bukti nyata kemajuan di pedalaman yang selama ini kurang tersentuh pembangunan. Kehadiran listrik sepanjang hari ini memberikan dampak positif langsung bagi aktivitas warga, baik untuk pendidikan, usaha, maupun layanan publik. Namun demikian, di balik capaian tersebut, masih ada beberapa titik yang memerlukan perhatian tambahan agar seluruh desa dapat menikmati layanan listrik secara merata.

Salah satu wilayah yang masih membutuhkan penyempurnaan adalah Desa Juk Ayaq dan sekitarnya. Kendala utama muncul karena jarak antarpermukiman yang berjauhan, sehingga jumlah tiang distribusi listrik yang ada belum mencukupi untuk menjangkau seluruh rumah warga. Kepala Kecamatan Telen, Petrus Ivung, menyampaikan bahwa diperlukan penambahan tiang distribusi sekitar tujuh kilometer agar listrik bisa tersalur dengan optimal ke seluruh titik di desa tersebut.

“Sekarang listriknya sudah 24 jam, tapi wilayah Juk Ayaq masih perlu penambahan tiang sekitar tujuh kilometer,” jelas Petrus saat diwawancarai. Ia menambahkan bahwa pihak PLN sebenarnya telah melakukan sebagian besar pekerjaan jaringan, tetapi kendala jarak antarpermukiman membuat beberapa titik belum tersambung sepenuhnya. Pemerintah kecamatan pun telah berkoordinasi dengan PLN dan Dinas terkait agar penambahan tiang dapat direalisasikan tahun ini.

Dengan tersalurkannya listrik ke seluruh desa yang sudah terjangkau, aktivitas masyarakat di Telen semakin meningkat. Anak-anak bisa belajar di malam hari, pelaku UMKM mulai memanfaatkan mesin produksi, dan layanan publik berjalan lebih lancar. Pemerintah Kecamatan Telen membuktikan bahwa kemajuan di wilayah pedalaman bukan sekadar wacana, tetapi diperjuangkan secara bertahap untuk mewujudkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga yang lebih baik.ADV

Exit mobile version