Indeks

Menjemput Swasembada, Kutim Siapkan 20.000 Hektare Lumpung Pangan di Tahun 2030

Kutai Timur – Seperti jantung yang memompa kehidupan, lumbung pangan menjadi nadi utama bagi keberlangsungan Kabupaten Kutai Timur. Lumbung pangan bukan sekadar tempat menampung hasil panen, tetapi juga bukti nyata kemandirian dari tanah yang digarap oleh petani lokal. Keberadaan lumbung pangan menunjukkan bagaimana sektor pertanian menjadi fondasi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kutim.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian melalui pembukaan lahan baru serta optimalisasi lahan sawah yang sudah ada. Target yang ditetapkan cukup ambisius, yaitu mencapai 20.000 hektare lahan sawah hingga tahun 2030. Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas jangka panjang yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan ekonomi berbasis sumber daya alam.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum, menyampaikan bahwa program ini dimulai dengan identifikasi lahan potensial di berbagai kecamatan yang memiliki sumber daya memadai, mulai dari kesuburan tanah hingga akses air irigasi. Saat ini, Kutai Timur memiliki 2.638 hektare sawah aktif, dan tambahan proyek seluas 1.150 hektare menjadikan total lahan yang sedang dikembangkan mencapai sekitar 4.000 hektare.

Dyah menekankan bahwa target 20.000 hektare bukan sekadar angka, tetapi simbol tekad Kutai Timur dalam menjaga ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi lokal. Di balik besarnya angka itu, tersimpan harapan untuk melihat masyarakat Kutim tumbuh beriringan dengan kesejahteraan, kemandirian, dan rasa bangga terhadap tanah dan hasilnya.

Dengan manajemen yang efektif dan pemanfaatan yang optimal, lumbung pangan diharapkan dapat berfungsi tidak hanya sebagai sumber pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi simbol kesejahteraan sekaligus kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kutai Timur, yang merasakan manfaat langsung dari ketahanan pangan yang terjaga. (SH/ADV)

Exit mobile version