Kutai Timur – Pemerintah Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus mendorong masyarakatnya untuk memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ekonomi pedesaan. Berbagai program dan inisiatif lokal telah digulirkan untuk mendorong warga lebih aktif mengolah lahan sawah dan memanfaatkan lahan yang selama ini belum produktif menjadi area produksi pangan. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga menyiapkan peluang pengembangan ekonomi jangka panjang, termasuk potensi ekspor ke wilayah lain di masa depan.
Camat Telen, Petrus Ivung, menjelaskan bahwa tingkat kemandirian pangan warga di kecamatan ini sudah cukup baik. “Kalau di Telen, rata-rata warga masih menggarap sawah untuk kebutuhan sendiri. Tapi ini justru bagus, karena mereka sudah mandiri,” ujarnya saat diwawancarai. Desa-desa yang telah rutin bertani seperti Juk Ayaq dan Muara Pantun menjadi contoh keberhasilan, sementara desa lain seperti Long Noran dan Long Segar mulai mengembangkan tanaman padi dan berbagai jenis sayuran meski masih menggunakan metode sederhana.
Pemerintah Kecamatan Telen juga berperan aktif dengan memberikan bimbingan teknis, pelatihan, serta menyalurkan bantuan bibit dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHP) Kutim. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus menumbuhkan budaya swasembada pangan di tingkat desa.
Secara keseluruhan, program pertanian di Kecamatan Telen mencerminkan semangat nyata menuju ketahanan pangan lokal yang mandiri. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait infrastruktur terbatas, upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi pertanian demi kesejahteraan warga serta penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Dengan dukungan berkelanjutan, sektor pertanian di Telen berpeluang berkembang lebih produktif dan profesional di masa depan. ADV
