Indeks

Bupati Kutim: RT Paling Tahu Warganya, Rp250 Juta untuk Atasi Masalah dari Akar

Kutai Timur – Di balik semangat pemerataan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan satu hal yang sangat mendasar: para ketua RT adalah ujung tombak yang paling memahami kondisi masyarakat di lingkungannya masing-masing. Menurutnya, segala persoalan sosial, mulai dari kemiskinan, stunting, hingga warga yang kehilangan penghasilan, sejatinya bisa terdeteksi lebih cepat bila ketua RT benar-benar memahami situasi warganya.

“Kalau ada ketua RT yang tidak tahu warganya miskin, tidak punya penghasilan, atau ada anak yang mengalami stunting, saya tidak tahu itu ketua RT seperti apa,” tegas Ardiansyah, menekankan pentingnya peran RT sebagai pengawas sekaligus penggerak pembangunan di tingkat akar rumput.

Pernyataan ini disampaikan dalam konteks program Rp250 juta per RT yang mulai dilaksanakan tahun ini, yang dirancang untuk memberikan solusi nyata bagi persoalan sosial secara langsung di masyarakat. Program ini tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga menuntut ketua RT untuk aktif memantau, melaporkan, dan memastikan setiap kegiatan bermanfaat bagi warga.

Bupati Ardiansyah menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan tim pendamping dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa untuk mendukung pelaksanaan program agar berjalan secara optimal. “Kita keroyok bersama agar hasilnya benar-benar terasa oleh warga. Tim pendamping akan memastikan setiap rupiah dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dari DPRD agar transparansi dan akuntabilitas program tetap terjaga. Dengan sinergi antara pemerintah, ketua RT, dan masyarakat, diharapkan program ini mampu mengatasi masalah sosial secara efektif, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. (SH/ADV)

Exit mobile version