Indeks

Warga Sidrap Sulit Terserap di Perusahaan Swasta, Bupati Kutim Komitmen 80:20

Kutai Timur – Suasana dialog yang berlangsung di Dusun Sidrap baru-baru ini mengungkap fakta yang cukup mengejutkan terkait akses warga lokal terhadap peluang kerja di PT Indominco Mandiri. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga Teluk Pandan secara terbuka menyampaikan keluhan mereka tentang sulitnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan ini. Mereka beranggapan bahwa wilayah operasional PT Indominco Mandiri masuk ke dalam wilayah Kota Bontang, sehingga kesempatan kerja untuk warga Kutai Timur menjadi terbatas.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan posisi sebenarnya. Ia menjelaskan bahwa sekitar 80 persen wilayah operasional PT Indominco Mandiri memang berada di Kabupaten Kutai Timur. “Saya sampaikan kepada Pak Gubernur bahwa posisi Indominco itu 80 persen berada di wilayah Kutai Timur,” ujarnya menegaskan.

Untuk mencari solusi, Bupati Ardiansyah langsung memfasilitasi pertemuan antara warga Teluk Pandan dan pihak manajemen PT Indominco Mandiri. Ia juga menekankan agar warga tidak melakukan aksi demo, karena bisa berpotensi menimbulkan konfrontasi dengan aparat keamanan. “Saya bilang, jangan demo. Kalau demo, nanti berhadapan dengan aparat. Lebih baik saya bantu fasilitasi untuk bertemu langsung dengan manajemen,” jelasnya.

Pertemuan ini pun berhasil terlaksana dan menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kutim untuk memastikan penyerapan tenaga kerja lokal. Skema yang diterapkan menargetkan 80 persen warga Kutim dan 20 persen dari luar daerah. Meski demikian, Bupati Ardiansyah mengakui bahwa pelaksanaan kebijakan ini masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, terutama di beberapa sektor industri, sehingga pemantauan dan koordinasi dengan perusahaan terus dilakukan agar tujuan penyerapan tenaga kerja lokal dapat tercapai secara optimal. (SH/ADV)

Exit mobile version