Kutai Timur-Peningkatan sektor pariwisata di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), turut memberi dampak besar terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah pesisir. Berbagai kegiatan wisata tahunan di kawasan Sekerat maupun Muara Bengalon berhasil menciptakan pasar baru bagi masyarakat yang menggeluti usaha kuliner, kerajinan, maupun jasa pendukung wisata lainnya.
“Kalau ada acara wisata, UMKM kita juga ikut. Jadi ekonomi berputar,” ucap Camat Bengalon, Permana Lestari saat diwawancarai.
Setiap kali destinasi wisata dibuka dan event digelar, tenda-tenda kuliner lokal langsung berdiri di tepi pantai dan sepanjang pesisir sungai. Warga ramai menjual hasil olahan laut, makanan khas Bengalon, hingga minuman segar dan suvenir berbahan lokal. Aktivitas ini membuat pengunjung mendapatkan pengalaman wisata yang lebih lengkap serta memberi pemasukan langsung bagi pemilik usaha.
Selain pelaku kuliner, peluang ekonomi juga dinikmati para nelayan yang memasok ikan segar untuk dipasarkan ke pengunjung. Sementara itu, pemuda desa turut memanfaatkan kesempatan dengan menyediakan jasa antar wisata, penyewaan perahu, hingga layanan dokumentasi untuk wisatawan.
Menurut Permana Lestari, sektor wisata dan UMKM adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan agar manfaat pariwisata tidak hanya berhenti pada peningkatan kunjungan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara merata.
“Wisata jalan, ekonomi masyarakat ikut berkembang,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya strategi promosi terpadu yang memperkenalkan destinasi wisata Bengalon sekaligus produk-produk unggulan warga. Dengan demikian, wisatawan bukan hanya datang untuk berfoto, tetapi juga ikut membeli produk lokal yang menjadi identitas daerah.
Kesadaran masyarakat terhadap peluang usaha kini semakin meningkat. Semangat kolaboratif untuk mendukung pembangunan Bengalon terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam setiap kegiatan wisata. Pemerintah daerah pun terus memberikan pendampingan agar UMKM dapat meningkatkan kualitas bahan baku, kemasan, hingga layanan.
Kolaborasi kuat antara pariwisata dan UMKM ini menjadi model pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang efektif dan berkelanjutan. Jika terus diperkuat, Bengalon berpeluang menjadi wajah baru pertumbuhan ekonomi pesisir Kutim yang bergerak dari masyarakat sendiri.ADV
