Kutai Timur – Upaya pelestarian bahasa daerah kembali mendapat perhatian serius ketika Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur menegaskan bahwa revitalisasi bahasa lokal telah dijalankan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir. Program ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga identitas budaya Kutai Timur di tengah derasnya arus modernisasi yang terus berkembang.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Padliansyah, menyampaikan bahwa revitalisasi bahasa Kutai sudah berjalan selama dua hingga tiga tahun dan muatan lokal bahasa Kutai kini telah masuk ke dalam kurikulum Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Revitalisasi ini sudah berjalan dua sampai tiga tahun dan muatan lokal bahasa Kutai sudah masuk SD dan SMP,” ujar Padliansyah.
Tidak hanya itu, program ini juga dilengkapi dengan pelatihan khusus bagi guru agar proses pembelajaran bahasa daerah tidak sekadar formalitas, tetapi mampu mentransfer nilai-nilai budaya secara mendalam kepada peserta didik. “Guru-gurunya sudah dilatih, dan kamus bahasa Kutai juga sudah diterbitkan bekerja sama dengan Balai Bahasa,” tambahnya.
Meski Bahasa Dayak belum menjadi bagian dari program revitalisasi formal, berbagai kegiatan seni dan budaya lokal tetap dilaksanakan untuk memperkuat ruang ekspresi kebudayaan masyarakat. Pengembangan kurikulum muatan lokal juga terus disesuaikan agar relevan dengan dinamika pendidikan saat ini tanpa menghilangkan esensi pelestarian budaya.
Melalui langkah-langkah ini, Pemkab Kutai Timur berharap generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat, sehingga mampu menghargai dan melestarikan warisan leluhur di tengah perkembangan sosial dan pendidikan yang semakin terbuka di daerah ini. Program ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kebudayaan Kutai Timur di masa depan (SH/ADV)
