Indeks

Inovasi Pangan Lokal: Sawah Tadah Hujan Jadi Bukti Adaptasi Masyarakat Pedalaman Kutai Timur

Kutai Timur – Di tengah keterbatasan infrastruktur pengairan, masyarakat di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan kreativitas dan ketangguhan dalam mempertahankan sektor pertanian. Salah satu langkah adaptif yang kini diterapkan oleh warga adalah pengembangan sawah tadah hujan, yaitu pola pertanian yang sepenuhnya mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama air bagi tanaman padi.

Kondisi irigasi yang belum merata di hampir seluruh wilayah Telen tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap bercocok tanam. Dengan memanfaatkan musim hujan secara optimal, petani mulai membuka dan mengolah lahan-lahan yang sebelumnya kurang produktif. Meskipun teknologi yang digunakan masih tergolong sederhana, metode ini dinilai cukup efektif untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan di tingkat lokal.

Camat Telen, Petrus Ivung, mengungkapkan bahwa terdapat beberapa titik di wilayahnya yang sudah mulai aktif mengembangkan sawah tadah hujan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi alam setempat. Cara ini dipilih karena lebih realistis dan sesuai dengan situasi yang dihadapi masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan modal serta akses terhadap sistem irigasi permanen.

Pola tanam ini memang menghasilkan panen yang tidak sebesar sawah beririgasi teknis. Namun, di sisi lain, biaya operasionalnya jauh lebih rendah dan tidak membutuhkan perawatan infrastruktur yang rumit. Hal tersebut membuat sawah tadah hujan menjadi pilihan yang lebih fleksibel bagi petani kecil di wilayah pedalaman.

Tidak hanya membiarkan warga berjuang sendiri, pemerintah setempat juga turut memberikan pendampingan melalui pelatihan teknik konservasi tanah dan air. Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat memiliki pengetahuan dasar dalam mengelola lahan secara lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus meminimalkan risiko gagal panen akibat perubahan iklim yang kian tidak menentu.

“Yang penting tetap produktif. Walaupun sederhana, hasilnya lumayan,” ujarnya saat di wawancarai.

Keberadaan sawah tadah hujan kini menjadi salah satu alternatif nyata dalam menjaga kesinambungan produksi pangan lokal di Telen. Pola ini sekaligus membuktikan bahwa masyarakat pedalaman Kutai Timur mampu beradaptasi dengan kondisi alam, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada sistem modern yang belum sepenuhnya menjangkau wilayah mereka.ADV

Exit mobile version