
Kutai Timur – Di tengah semangat besar untuk menekan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melangkah lebih jauh dengan memperluas kolaborasi hingga ke tingkat pusat. Upaya strategis ini dilakukan melalui pengiriman surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia, sebagai bentuk permohonan dukungan dalam memperkuat sinergi antara program rumah layak huni di Kutim dengan program nasional pembangunan tiga juta rumah yang digagas pemerintah pusat.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa inisiatif ini menjadi bagian penting dari strategi besar pembangunan sosial di daerah, yang tidak hanya fokus pada kesehatan dan gizi, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. “Pemerintah Kutai Timur telah bersurat secara resmi kepada Presiden Republik Indonesia untuk mendukung program rumah layak huni melalui kolaborasi dengan program nasional pembangunan tiga juta rumah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemenuhan kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu isu mendesak yang memiliki keterkaitan langsung dengan kesejahteraan keluarga dan upaya penurunan angka stunting di Kutai Timur. Rumah yang layak diyakini dapat menjadi pondasi kuat bagi tumbuh kembang anak, serta mendukung keluarga untuk hidup sehat dan produktif.
Dengan adanya kolaborasi ini, Pemkab Kutim berharap dapat memperoleh dukungan tambahan dari pemerintah pusat, baik berupa anggaran maupun pelaksanaan program langsung di lapangan. “Kami ingin masyarakat Kutai Timur tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman, sebagai fondasi keluarga yang kuat dan tangguh,” ujar Ardiansyah dengan penuh optimisme.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Kutim dalam membangun kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, sekaligus menjadi contoh konkret penerapan pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan di daerah. (SH/ADV)
![]()






