Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mencari sumber pendapatan asli daerah (PAD) di luar sektor pajak untuk memperkuat kemandirian fiskal. Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan adalah pariwisata daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi dalam rangkaian kegiatan Gebyar dan Reward Pajak sebagai bagian dari dorongan peningkatan kontribusi pendapatan daerah dari sektor yang lebih beragam.
“Terkait potensi lain untuk PAD selain pajak, kita melihat sektor pariwisata sebagai peluang. Saat ini di Kutai Timur ada Taman Nasional Kutai (TNK) dan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Karst, dan kita ingin ada wisatawan lokal yang datang,” ujarnya pada Kamis (6/11/2025).
Ia menilai bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya memberikan dampak ekonomi langsung melalui tiket masuk atau retribusi layanan wisata, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi lain seperti UMKM, transportasi lokal, kuliner, dan jasa pemandu wisata.
Pengembangan kawasan wisata juga membutuhkan dukungan infrastruktur penunjang dan promosi terpadu agar destinasi yang memiliki nilai ekologis dan budaya tinggi dapat dikenal lebih luas
Jimmi menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat lokal menjadi faktor penting dalam keberhasilan sektor ini.
Selain itu, sektor pariwisata dinilai dapat menjadi ruang pemberdayaan masyarakat, terutama bagi kelompok usaha kecil yang bisa berperan sebagai pelaku langsung dalam rantai ekonomi wisata melalui penyediaan layanan dan produk lokal.
DPRD berharap pemerintah daerah dapat menyusun kebijakan penguatan pariwisata berbasis kelestarian lingkungan dan edukasi publik, agar pengelolaannya berjalan berkelanjutan sekaligus menjaga kekayaan alam Kutai Timur. (SH/ADV)
