DPRD Kutim Dukung Sinergi Pemerintah dan KPC, Ardiansyah: Bandara Tanjung Bara Harus Jadi Akses Publik

Kutai Timur — Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam pengembangan Bandara Tanjung Bara.

Ardiansyah menilai bahwa langkah kolaboratif ini akan menjadi terobosan penting dalam memperluas akses transportasi udara di wilayah Kutim yang selama ini masih terbatas.

“KPC sudah membuka diri untuk kerja sama. Pemerintah daerah siap memperluas runway agar bandara bisa digunakan masyarakat umum,” ucap Ardiansyah saat diwawancarai.

Ia menyebut, selama ini Bandara Tanjung Bara hanya digunakan untuk kepentingan perusahaan dengan kapasitas pesawat kecil, sehingga pembukaannya untuk publik akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, daripada membangun bandara baru dari nol, pengembangan fasilitas yang sudah ada di Tanjung Bara akan jauh lebih efisien.

“Kalau di Sangkima itu kan masih butuh izin baru dan biaya besar. Sedangkan Tanjung Bara sudah memiliki infrastruktur dasar yang lengkap, tinggal kerja sama dan melanjutkan,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa DPRD siap mendukung dari sisi penganggaran apabila pemerintah daerah benar-benar serius mengupayakan hal ini.

“Kami dorong agar pemerintah menyiapkan kontribusi daerah yang proporsional, sehingga bandara ini tidak lagi eksklusif untuk satu pihak saja,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembahasan terkait kontribusi pemerintah daerah terhadap pengembangan bandara akan segera dibahas bersama Kementerian Perhubungan.

“Rencananya minggu ini kami berangkat, tapi karena pembahasan DPA belum selesai, kami tunda dulu. Setelah itu baru akan kita koordinasikan dengan kementerian,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan bandara tidak hanya soal mobilitas, tetapi juga membuka pintu investasi baru.

“Dengan adanya bandara yang bisa diakses publik, aktivitas bisnis dan perdagangan bisa lebih cepat. Investor tidak perlu lagi menunggu lama untuk datang ke Kutim,” terangnya.

Dirinya juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas pendukung, seperti perpanjangan landasan pacu, area parkir pesawat, hingga terminal penumpang.

“Kami harapkan bukan hanya panjang landasan yang ditambah, tapi fasilitas umumnya juga ditingkatkan. Supaya masyarakat benar-benar bisa menikmati manfaatnya,” jelasnya.

DPRD Kutim, lanjutnya, akan memastikan bahwa seluruh rencana kerja sama tersebut dijalankan secara transparan dan memberi manfaat luas bagi publik.

“Kami ingin pembangunan ini berdampak langsung kepada masyarakat, bukan hanya proyek seremonial,” tekannya.

Pria yang tergabung dalam Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menutup keterangannya dengan optimisme, bahwa sinergi pemerintah dan sektor swasta akan membawa perubahan besar bagi Kutim.

“Kalau konektivitas udara terbuka, Kutim bisa jadi pintu utama pertumbuhan ekonomi di pesisir timur Kalimantan. Bandara ini bukan sekadar landasan pesawat, tapi landasan bagi kemajuan daerah,” pungkasnya. (TS/ADV)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *