Kutai Timur – Waduk Bumi Lestari yang terletak di Desa Juk Ayaq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kini mulai menjadi daya tarik baru bagi masyarakat sekitar. Meskipun pada awalnya waduk ini dibangun sebagai penampung air untuk kebutuhan pertanian, seiring waktu, lokasi ini juga dimanfaatkan warga sebagai tempat bersantai dan menikmati pemandangan alam yang menenangkan.
Camat Telen, Petrus Ivung, menilai bahwa waduk tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh menjadi destinasi wisata yang menarik. “Kalau dikelola lebih baik, waduk Bumi Lestari bisa menjadi wisata keluarga. Tempatnya bagus, airnya tenang, dan suasananya nyaman,” ujarnya saat diwawancarai. Keindahan alami yang dikelilingi pepohonan rindang serta perbukitan kecil menambah suasana sejuk, sehingga pengunjung dapat menikmati waktu dengan nyaman.
Pada hari libur dan akhir pekan, waduk ini ramai dikunjungi warga yang ingin memancing, berjalan santai, atau sekadar duduk menikmati pemandangan. Melihat antusiasme tersebut, Pemerintah Kecamatan Telen berencana mengambil langkah konkret dengan mengajukan proposal pengembangan wisata alam sederhana. Tujuannya adalah agar lokasi ini dapat dikelola secara resmi, memiliki fasilitas yang memadai, dan dapat menarik lebih banyak pengunjung.
“Kalau sudah ada fasilitas seperti tempat duduk, warung, atau spot foto, saya yakin banyak yang datang,” tambah Petrus.
Waduk Bumi Lestari menjadi contoh positif bagaimana sebuah sumber daya alam sederhana di wilayah pedalaman dapat diubah menjadi destinasi wisata yang berkembang. Pengembangan ini dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, sehingga wisatawan dapat menikmati keindahan alam tanpa merusak ekosistem setempat. Dengan pengelolaan yang tepat, waduk ini berpotensi menjadi ikon wisata keluarga sekaligus mendukung ekonomi lokal di Desa Juk Ayaq. ADV
