
Kutai Timur — Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu ditempatkan sebagai prioritas utama dalam menyusun arah pembangunan fiskal Kutim untuk tahun-tahun ke depan. Ia menilai bahwa penguatan PAD merupakan langkah penting guna memastikan perekonomian daerah dapat berkembang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Ia menilai bahwa ketergantungan yang terlalu besar pada dana transfer dari pemerintah pusat berpotensi menimbulkan risiko bagi keberlanjutan pembangunan daerah, terutama jika terjadi penurunan alokasi anggaran dari pusat. Karena itu, kemandirian fiskal dinilai perlu dibangun secara bertahap dan terukur.
“Mahyunadi menekankan bahwa apabila PAD tidak mengalami pertumbuhan sementara dana transfer dari pemerintah pusat justru mengalami penurunan, kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko serius bagi daerah.
Ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa tanpa upaya peningkatan PAD, Kutim berpotensi mengalami keterbatasan dalam membiayai berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas daerah,” ujarnya.
Mahyunadi menjelaskan bahwa peningkatan PAD tidak bisa hanya bergantung pada penerimaan pajak dan retribusi. Ia menekankan perlunya inovasi kebijakan serta optimalisasi pengelolaan aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, ia mendorong perangkat daerah agar mampu mengidentifikasi beragam potensi ekonomi lokal yang berpeluang menjadi sumber pendapatan baru tanpa menambah beban ekonomi masyarakat.
Upaya menciptakan kemandirian fiskal ini dipandang sebagai langkah strategis agar Kutim tetap mampu melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan, sekalipun kondisi ekonomi nasional mengalami fluktuasi. Dengan pengelolaan PAD yang lebih kreatif, efektif, dan transparan, pemerintah daerah optimistis dapat membangun fondasi keuangan yang lebih kuat.
Hal tersebut diharapkan mampu mendukung berbagai program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. (ADV/TS)
![]()






