Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, Jimmi, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera mengambil langkah strategis untuk memperluas basis perekonomian. Ia menilai bahwa pengembangan sektor non-tambang tidak bisa ditunda lagi apabila Kutai Timur ingin memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat, stabil, dan berkelanjutan.
“Selama ini struktur pendapatan daerah masih didominasi sektor pertambangan yang menyumbang sekitar 75,53% terhadap PDRB Kutai Timur,” ungkap Jimmi.
Menurutnya, angka ini sudah cukup menjadi peringatan bahwa struktur ekonomi perlu dibenahi. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum dalam melakukan diversifikasi perekonomian. Caranya adalah dengan membuka peluang investasi baru, memperkuat inovasi daerah, dan mengembangkan sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
“Oleh karena itu pemerintah daerah perlu melakukan diversifikasi ekonomi dengan mengembangkan sektor pertanian, kelautan, pajak dan retribusi daerah, pariwisata, serta industri pengolahan sumber daya alam,” jelasnya.
Jimmi menambahkan bahwa upaya diversifikasi tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan pada pertambangan, tetapi juga untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Hal ini mencakup peningkatan daya saing, pemberdayaan masyarakat, serta optimalisasi potensi lokal yang tersebar di berbagai kecamatan.
Ia berharap strategi ini mampu mengantarkan Kutai Timur menjadi daerah yang lebih tangguh dan mandiri, dengan struktur ekonomi yang lebih seimbang dan terus berkembang. Dengan penguatan sektor non-tambang, Jimmi yakin kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara lebih merata dan berkelanjutan di masa mendatang. (SH/ADV)