Kutai Timur – Ketua Komisi III DPRD Kutai Timur, Ardiansyah, menegaskan bahwa intensitas hujan yang mulai meningkat di wilayah Kutai Timur menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan berbagai proyek fisik di lapangan. Menurutnya, kondisi cuaca tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan atau memperlambat pekerjaan, terlebih sejumlah proyek tengah dikejar untuk penyelesaian menjelang akhir tahun anggaran.
Ardiansyah menyampaikan bahwa seluruh kegiatan fisik harus tetap berjalan sesuai jadwal meskipun beberapa pekerjaan menghadapi hambatan akibat cuaca ekstrem. Karena itu, DPRD bersama instansi teknis terkait akan memperketat proses pengawasan agar kualitas pembangunan di lapangan tidak menurun dan tidak dikerjakan secara terburu-buru.
“Mengingat musim penghujan, Komisi berkomitmen melakukan pengawasan lapangan bersama instansi terkait untuk memastikan kualitas pekerjaan dan mencegah pengerjaan asal-asalan,” ujar Ardiansyah, Rabu (22/10/2025).
Ia menjelaskan, hujan yang turun secara rutin dapat berdampak signifikan pada struktur proyek seperti pembangunan jalan, perbaikan drainase, hingga pengerjaan infrastruktur publik lain yang sangat bergantung pada kondisi tanah dan kekuatan konstruksi. Dalam situasi seperti ini, koordinasi yang intens antara pelaksana proyek, pengawas, dan pihak teknis menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Setiap tahapan pembangunan harus dilakukan sesuai standar teknis agar hasilnya tidak mudah rusak setelah selesai.
Ardiansyah juga mengingatkan para kontraktor untuk tidak menjadikan musim hujan sebagai alasan menurunkan kualitas material. Ia menegaskan bahwa percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan mutu konstruksi. Proyek yang dikerjakan terburu-buru, menurutnya, justru berpotensi menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Komisi III DPRD Kutim, lanjutnya, akan melakukan inspeksi lapangan secara rutin untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan tetap mengikuti spesifikasi serta ketentuan kontrak. Pengawasan ketat tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan, keberlanjutan, dan keandalan infrastruktur daerah.
“Kami tidak ingin ada pekerjaan yang hanya dikejar waktu tanpa memperhatikan kualitas. Ini menyangkut keamanan dan keinginan infrastruktur daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pengawasan yang dilakukan bukan hanya soal teknis, tetapi juga komitmen DPRD memastikan bahwa anggaran daerah dikelola secara efisien dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Timur. (SH/ADV)
