Kutai Timur – Lonjakan jumlah penduduk diprediksi akan terjadi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam beberapa tahun ke depan seiring perannya sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Mengantisipasi perubahan demografis tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutim mulai menyiapkan strategi layanan jangka panjang agar administrasi kependudukan tetap berjalan cepat, akurat, dan responsif meski beban layanan meningkat.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menjelaskan bahwa arus migrasi yang masuk nantinya akan berdampak langsung terhadap permintaan berbagai dokumen kependudukan, seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, hingga akta kelahiran. Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk otomatis menambah volume layanan yang harus ditangani. “Semua layanan administrasi kependudukan diperkirakan meningkat. Karena itu kami harus benar-benar siap menghadapi pertambahan jumlah warga,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipatif, Disdukcapil memperkuat sistem digital sekaligus meningkatkan kapasitas layanan di kantor kecamatan, sehingga masyarakat dapat dilayani lebih cepat dan efisien. Tidak hanya itu, metode jemput bola akan diterapkan secara berkala di kawasan pemukiman baru agar penduduk pendatang bisa segera terdata. “Data kependudukan yang valid merupakan dasar penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Kami memastikan penduduk baru tercatat dengan benar,” tambah Jumeah.
Sementara itu, rencana penambahan gedung pelayanan dan peningkatan infrastruktur fisik masih menunggu keputusan kebijakan serta ketersediaan anggaran daerah. Koordinasi intensif dengan pemerintah desa dan kecamatan pun terus dilakukan untuk memastikan proses pendataan berjalan lancar. Di sisi lain, Disdukcapil juga memprioritaskan peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan agar petugas mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, dan transparan. “Dengan sinergi antarinstansi dan dukungan penuh pemerintah daerah, Disdukcapil Kutim siap menghadapi tantangan demografis di era IKN,” pungkasnya. ADV
