Indeks

Kecamatan Telen Masih Tertinggal: Sungai Memisahkan Desa, Jalan Rusak Hambat Akses Warga

Kutai Timur – Kondisi Kecamatan Telen kembali menjadi perhatian publik setelah Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Aidil Fitri, mengungkapkan betapa tertinggalnya wilayah tersebut jika dibandingkan dengan Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng. Ia menilai bahwa perbedaan perkembangan antarwilayah ini cukup mencolok dan sudah berlangsung sejak lama.

Aidil menjelaskan bahwa struktur geografis Telen menjadi salah satu penyebab utama lambatnya pembangunan di daerah tersebut. Ia memaparkan bahwa desa-desa di Telen terpisah oleh beberapa daratan besar yang dibelah oleh sungai, sehingga jarak antarwilayah menjadi jauh dan menyulitkan mobilitas masyarakat.

“Semua desanya itu enggak ngumpul,” ujarnya.

Menurut penjelasannya, wilayah Batu Redi berada satu daratan dengan Juk Ayak, sedangkan Marah Haloq terhubung dengan Rantau Panjang. Sementara itu, Long Melah, Long Segar, Kernyanyan, dan Long Noran berada di daratan berbeda yang dipisahkan oleh dua sungai besar.

Kondisi inilah yang membuat pembangunan infrastruktur di Telen berjalan lebih lambat dibanding kecamatan lain di Kutim. “Yang agak masalah itu di Telen,” tegasnya.

Selain hambatan geografis, Aidil juga menyoroti buruknya akses jalan menuju fasilitas pendidikan. Ia bercerita bahwa banyak jalan desa yang masih berlumpur, terutama saat musim hujan. Akibatnya, siswa kerap harus melepaskan sepatu mereka demi bisa mencapai sekolah.

“Masa kita masuk sekolah masih lumpur, sampai ngelepas sepatu,” keluhnya.

Ia mengakui bahwa sebagian besar bangunan sekolah sudah cukup memadai, namun akses menuju sekolah justru menjadi persoalan yang paling mendesak.

Karena itu, ia menekankan bahwa pemerintah harus menempatkan pembangunan jalan sebagai prioritas utama sebelum melanjutkan pembangunan fisik lainnya. “Akses jalan itu harus diutamakan,” katanya.

Aidil menaruh harapan besar pada rencana pembangunan jembatan dan jalan penghubung melalui program MYC. Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut optimistis bahwa proyek tersebut dapat membuka keterisolasian Kecamatan Telen. “Mudah-mudahan 2027 bisa nyambung semua,” tutupnya.(TS/ADV)

Exit mobile version