
Kutai Timur — Visi besar “Kutim Hebat 2029” kini menjadi panduan strategis bagi seluruh kebijakan dan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Visi ini dirancang sebagai arah jangka panjang yang mengintegrasikan berbagai sektor pembangunan, dengan tujuan menciptakan Kutai Timur yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing tinggi.
Konsep Kutim Hebat 2029 berakar pada tiga pilar utama, yakni Desa Hebat, Ibu Hebat, dan Kota Hebat. Ketiga pilar ini menjadi fondasi dalam perencanaan program lintas sektor di setiap perangkat daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan ekonomi lokal.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menekankan bahwa visi ini bukan sekadar slogan atau simbol semata, melainkan cita-cita kolektif yang harus diwujudkan bersama seluruh lapisan masyarakat. “Visi ini bukan sekadar slogan, tapi cita-cita kolektif untuk membangun Kutim yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing,” ujarnya dalam pidatonya.
Selama empat tahun kepemimpinan Ardiansyah, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang stabil, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga perluasan layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah terpencil. Ia menegaskan bahwa keberhasilan visi Kutim Hebat 2029 sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, di mana semua pihak berperan aktif dalam mewujudkan perubahan nyata.
“Kita ingin Kutai Timur tidak hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga karena manusianya yang unggul, kreatif, dan produktif,” pungkas Ardiansyah, menegaskan komitmen daerah untuk terus melangkah menuju Kutim Hebat 2029 dengan fondasi pembangunan yang kuat dan berkelanjutan. (ADV/TS)
![]()






