Kegiatan Tradisional Warga Jadi Sorotan, Tiga Desa di Kutim Siap Verifikasi Desa Budaya

Kutai Timur – Upaya pembentukan Desa Budaya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) terus dipercepat sebagai langkah strategis untuk mempertahankan kekayaan tradisi sekaligus memperkuat karakter lokal di tengah perkembangan zaman. Saat ini, tiga desa sedang menjalani proses verifikasi resmi oleh tim kabupaten maupun provinsi guna memastikan bahwa setiap desa benar-benar memenuhi syarat sebagai Desa Budaya.

Padliansyah, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, menegaskan bahwa proses verifikasi dilakukan secara teliti dan tidak hanya bergantung pada klaim atau pengakuan dari pihak desa. Setiap desa harus menunjukkan bukti nyata bahwa tradisi budaya masih hidup dan dipraktikkan oleh masyarakatnya. Pada 14 November, ia menjelaskan bahwa penetapan status Desa Budaya memerlukan surat keputusan (SK) resmi, dan hingga kini baru tiga desa yang telah lolos tahap verifikasi tersebut.

Lebih lanjut, Padliansyah menyampaikan bahwa penilaian tidak hanya menyoroti keberadaan event tahunan atau festival besar, melainkan lebih pada keberlanjutan aktivitas budaya sehari-hari. Kegiatan tersebut meliputi praktik adat, latihan rutin seni tari dan musik, serta berbagai tradisi turun-temurun yang tetap dijalankan oleh warga setempat. “Fokus kami adalah budaya yang benar-benar hidup dalam keseharian warga, bukan hanya perayaan sesaat,” tegasnya.

Menurutnya, program Desa Budaya tidak hanya bertujuan melestarikan tradisi, tetapi juga dikembangkan menjadi destinasi wisata yang memiliki ciri khas kuat. Desa yang ditetapkan secara resmi diharapkan menarik minat wisatawan yang ingin melihat dan memahami budaya tradisional secara langsung. “Beberapa desa memang sudah menjadi desa wisata, tetapi Desa Budaya lebih menekankan aktivitas dan keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, dengan penetapan resmi ini, desa-desa tersebut dapat menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus memberikan dampak ekonomi positif melalui kunjungan wisatawan. “Semoga penetapan ini mampu menarik lebih banyak wisatawan dan pecinta budaya,” tutupnya. ADV

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *