DPRD Kutim Dukung Peningkatan SDM Daerah untuk Dorong Kemandirian Fiskal

Kutai Timur –Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal merupakan fondasi utama untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Tanpa SDM yang kompeten dan berdaya saing, Kutim dikhawatirkan akan terus bergantung pada sektor pertambangan dan perusahaan besar tanpa memberikan ruang cukup bagi masyarakatnya sendiri.

Anggota Komisi D DPRD Kutim, Ramadhani, menyampaikan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan potensi tambang. Menurutnya, masyarakat lokal harus disiapkan melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi agar mampu berperan di industri yang beroperasi di wilayah mereka.

“Kalau kita ingin PAD meningkat, SDM juga harus kuat. Tidak bisa semua diserahkan pada perusahaan besar, tapi anak-anak daerah tidak dilibatkan,” ujarnya menegaskan.

Ia memberi perhatian khusus pada pentingnya pelatihan vokasi serta proses sertifikasi yang cepat dan efisien. Birokrasi yang lambat, kata Ramadhani, sering kali menjadi hambatan besar bagi tenaga lokal untuk terserap ke berbagai sektor pembangunan.

“Kami sudah mendorong agar setiap dinas punya pelatihan perencanaan yang terukur. Sertifikasi harus cepat, jangan lama di birokrasi,” tegasnya.

Sebagai contoh, Ramadhani menyoroti situasi di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) yang hanya memiliki 10 tenaga ahli untuk menangani 5.400 paket pekerjaan. Kondisi ini dinilainya tidak wajar dan berpotensi menghambat realisasi proyek.

“Itu tidak realistis. Kami sarankan agar dikembalikan ke dinas biar bisa cepat,” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa DPRD siap mengawal kebijakan ini agar serapan anggaran berjalan optimal dan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan tenaga lokal yang tersertifikasi dan terserap dalam berbagai proyek, secara otomatis akan meningkatkan kontribusi mereka terhadap pendapatan daerah.

“Kalau tenaga lokal disertifikasi dan terserap, otomatis pendapatan daerah naik. Itu efek berganda,” jelasnya.

Menutup pernyataan, Ramadhani memberikan pesan yang cukup mendalam.

“Membangun Kutim bukan hanya soal uang, tapi soal manusia. Tanpa SDM yang kuat, kekayaan alam hanya jadi angka di atas kertas,” pungkasnya.(TS/ADV)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *