
Kutai Timur — Pemerataan listrik menjadi program prioritas yang sedang dikebut di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Ketua Komisi C DPRD Kutim, Ardiansyah memastikan program itu bukan sekadar janji: pemasangan tiang dan jaringan sudah berjalan di lapangan, dengan target percepatan dalam tiga bulan ke depan.
Data yang dipegang pihak DPRD menunjukkan pembagian yang jelas, yaitu beberapa desa pada 2025 mendapat alokasi langsung. Untuk Sangkulirang disebutkan ada enam desa, Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera, Pelawan, Peridan, Saka, dan Tepen Terap, yang sudah masuk daftar prioritas. Desa lain tersebar di Bengalon, Muara Bengkal, dan Batu Ampar.
“Alhamdulillah. Untuk tahun ini kita dapat banyak di masing-masing kecamatan,” ucap Ardiansyah saat diwawancarai.
Menurutnya, program ini berjalan atas pengawalan intensif antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim, Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan pihak terkait lain. Penggunaan skema kerja sama, alokasi APBD, hingga dukungan perusahaan daerah disebut menjadi kombinasi pembiayaan.
Ardiansyah menegaskan pentingnya pengawasan legislatif, yakni Komisi C dan dewan partai pengusung wajib memastikan program berjalan sesuai aturan dan manfaat langsung dirasakan warga.
Meski optimisme ada, ia juga mengakui tantangan teknis seperti cuaca musim hujan, akses ke desa terpencil, dan koordinasi antar-institusi. Oleh sebab itu, monitoring lapangan terus dilakukan, yaitu pengecekan tiang, titik sambungan, dan kesiapan rumah tangga menerima aliran listrik.
Ia menyatakan harapan agar pada 2026 cakupan dapat bertambah dan menjangkau lebih banyak desa.
Pencapaian ini memiliki nilai politis dan sosial: listrik bukan hanya soal penerangan, melainkan akses pada pendidikan malam, usaha mikro, dan layanan kesehatan yang lebih baik.
“Program ini harus benar-benar dirasakan rakyat, bukan sekadar catatan proyek.” pungkasnya. (TS/ADV)
![]()






