
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat semangat kebersamaan dalam memperingati hari jadi ke-26 sebagai momentum membangun tata kelola pemerintahan yang tangguh dan adaptif terhadap berbagai tantangan pembangunan.
Peringatan tahun ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya daya tahan dan kemandirian daerah di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terus berubah.
Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur Jimmi menegaskan bahwa tema “Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing” bukan hanya slogan seremonial, tetapi menjadi energi penggerak bagi seluruh aparatur pemerintah untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Bagi jajaran birokrasi pemerintah tema ini menjadi dorongan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” ujar Jimmi.
Ia menjelaskan bahwa makna kata tangguh mencerminkan semangat pantang menyerah dari seluruh elemen pemerintah dan masyarakat Kutai Timur dalam menghadapi berbagai isu pembangunan daerah, baik di bidang infrastruktur, ekonomi, maupun pelayanan publik.
“Kata tangguh mencerminkan semangat pemerintah dan masyarakat Kutai Timur dalam menghadapi isu-isu pembangunan daerah,” jelasnya.
Jimmi menambahkan bahwa daerah yang tangguh adalah daerah yang mampu beradaptasi terhadap perubahan tanpa kehilangan jati diri, dengan memperkuat semua aspek pembangunan secara seimbang agar pertumbuhan tidak hanya cepat tetapi juga berkelanjutan.
“Daerah yang tangguh adalah daerah yang mampu menghadapi tantangan dengan memperkuat aspek sosial ekonomi lingkungan budaya fisik dan tata kelola secara seimbang,” tegasnya.
Melalui semangat ketangguhan ini, DPRD Kutai Timur berharap seluruh jajaran birokrasi dan masyarakat dapat bergandengan tangan membangun daerah yang berdaya saing tinggi, berkarakter kuat, dan tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal. (SH/ADV)
![]()






