
Samarinda – Semangat kebangkitan ekonomi pribumi menggema dalam pelantikan 44 pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kalimantan Timur masa bakti 2025–2030 yang digelar di Ruang Ruhuy Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (1/11/2025).
Acara ini menjadi momentum penting bagi dunia usaha lokal untuk memperkuat peran pengusaha pribumi di tengah arus globalisasi ekonomi.
Ketua Umum DPP HIPPI, Erik Hidayat, yang melantik langsung para pengurus, menegaskan bahwa HIPPI hadir untuk memperjuangkan agar pengusaha pribumi tidak menjadi penonton di negeri sendiri.
“Sejak didirikan pada 17 Agustus 1976, HIPPI membawa semangat nasionalisme ekonomi yang kuat. Pengusaha pribumi harus menjadi pemain utama di panggung nasional,” tegasnya.
Ketua DPD HIPPI Kaltim, Montik Dewi Rahayu, berkomitmen membawa organisasi ini menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.
“Kami ingin memastikan pengusaha Kaltim mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Sementara Nidya Listiyono, Ketua Dewan Pertimbangan HIPPI Kaltim, menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah agar pertumbuhan investasi berjalan optimal.
“Kolaborasi dengan Pemprov Kaltim menjadi kunci untuk meningkatkan pendapatan daerah,” katanya.
Ketua DPC HIPPI Balikpapan, Muhammad Hanif Miftahulhuda, menambahkan bahwa HIPPI di daerah memiliki peran vital dalam mendukung pembangunan ekonomi regional, termasuk di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Balikpapan menjadi penyokong utama pembangunan IKN, dan kami siap berkontribusi dengan memperkuat sektor usaha lokal,” ungkapnya.
Pelantikan HIPPI Kaltim menjadi tonggak kebangkitan ekonomi pribumi di Kaltim, menandai era baru peran pengusaha lokal dalam memperkuat fondasi ekonomi bangsa.
![]()






