Balikpapan – DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Balikpapan memperkenalkan HIPPI Kasir, aplikasi pencatatan transaksi yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh anggota organisasi. Inovasi tersebut dihadirkan sebagai upaya membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan tata kelola bisnis.
Peluncuran HIPPI Kasir dilakukan bertepatan dengan pelantikan Pengurus DPC HIPPI Balikpapan Masa Bakti 2025–2030. Aplikasi ini menjadi salah satu program prioritas organisasi dalam mendorong digitalisasi usaha, terutama bagi pelaku UMKM yang selama ini masih menjalankan aktivitas bisnis secara manual.
Ketua DPC HIPPI Balikpapan Muhammad Hanif mengatakan organisasi ingin menghadirkan solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha, bukan hanya menjalankan kegiatan seremonial.
“Malam ini insyaallah HIPPI launching Aplikasi Kasir gratis untuk seluruh pengusaha anggota HIPPI. Ketika UMKM tumbuh, maka ekonomi daerah ikut tumbuh,” ujarnya.
Hanif menjelaskan, masih banyak pelaku usaha yang belum memanfaatkan teknologi dalam mengelola usahanya. Selain keterbatasan pengetahuan, biaya berlangganan aplikasi kasir komersial juga menjadi kendala sehingga sebagian besar UMKM tetap menggunakan sistem pencatatan sederhana.
Melalui HIPPI Kasir, para anggota diharapkan dapat mulai membangun administrasi usaha yang lebih tertata, mulai dari pencatatan transaksi hingga pengelolaan operasional sehari-hari. Menurut Hanif, digitalisasi menjadi salah satu langkah penting agar UMKM mampu meningkatkan daya saing di tengah perubahan pola bisnis.
Selain menghadirkan HIPPI Kasir, organisasi juga menyiapkan berbagai program lanjutan, seperti workshop, forum berbagi pengalaman, hingga pengembangan aplikasi pendukung sektor usaha lainnya. HIPPI turut menggandeng media untuk membantu memperluas promosi produk anggota sehingga pemanfaatan teknologi tidak hanya berhenti pada pengelolaan usaha, tetapi juga mampu meningkatkan pemasaran.
“Kami ingin mengubah cara pandang bahwa organisasi bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat untuk berkembang. Bukan sekadar ruang diskusi, tetapi ruang aksi,” kata Hanif.
Melalui inovasi tersebut, HIPPI Balikpapan berharap semakin banyak UMKM yang berani bertransformasi ke sistem digital sehingga mampu tumbuh lebih profesional dan siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
