
Kutai Timur- Kemajuan layanan energi listrik di Kecamatan Bengalon semakin menunjukkan hasil nyata. Hampir seluruh wilayah kini telah menikmati listrik yang stabil selama 24 jam, menjadi bukti perhatian besar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam menghadirkan layanan dasar hingga ke wilayah pesisir.
“Listrik alhamdulillah luar biasa. Pemkab Kutim sangat perhatian dari 2023 sampai 2025. Tinggal beberapa desa lagi yang belum 100 persen,” ungkap Camat Bengalon, Permana Lestari saat diwawancarai.
Listrik memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat, baik untuk mendukung aktivitas pendidikan, ekonomi, maupun keamanan lingkungan. Dengan hampir seluruh desa kini dialiri listrik, pelaku UMKM dapat menjalankan usaha secara lebih efektif, sementara masyarakat dapat memanfaatkan perangkat elektronik tanpa hambatan.
“Yang di Sekerat tinggal satu Rukun Tetangga (RT) saja, sisanya sudah menyala semua,” tambahnya.
Perkembangan ini juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan publik. Fasilitas kesehatan, pusat kegiatan ekonomi, hingga sarana pariwisata kini semakin optimal karena didukung pasokan energi yang stabil. Rumah-rumah di desa pesisir pun dapat menikmati teknologi digital, termasuk akses internet yang terus diperluas.
Keberhasilan pemerataan listrik ini tidak hanya menandai kemajuan infrastruktur Bengalon, tetapi juga menjadi tonggak penting bagi percepatan pembangunan wilayah selatan Kutim. Dengan energi yang sudah merata, potensi besar di sektor UMKM, pariwisata, dan perikanan kini dapat dimaksimalkan untuk kemajuan ekonomi masyarakat.
Dalam jangka panjang, ketersediaan listrik yang andal membuka ruang bagi industri kecil dan usaha baru untuk tumbuh, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong masyarakat semakin mandiri secara ekonomi. Pemerintah setempat mengapresiasi dukungan Pemkab Kutim yang secara bertahap menuntaskan kebutuhan listrik hingga wilayah dengan permukiman paling terpencar. Dengan sisa wilayah yang kini hanya sebagian kecil RT di Desa Sekerat, target pemerataan 100 persen listrik diyakini dapat segera diwujudkan.
Ke depan, Bengalon menatap masa depan yang lebih terang, bukan hanya secara harfiah, tetapi juga sebagai simbol kemajuan pembangunan yang merata, setara, dan berpihak pada masyarakat hingga pelosok pesisir Kutim.ADV
![]()






