PKK Long Noran Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Telen

Kutai Timur – Gerakan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), semakin memperlihatkan perkembangan yang menjanjikan, khususnya melalui keterlibatan aktif kaum perempuan.

Di Desa Long Noran, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) menjadi motor utama yang mendorong para ibu rumah tangga untuk ikut terlibat langsung dalam kegiatan produksi hingga promosi berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Peran PKK tidak hanya sebatas pendukung, tetapi turut menjadi penggerak utama yang menjembatani pelaku usaha dengan berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan pemerintah. Para kader PKK terlibat dalam proses pengemasan, pemasaran, hingga memperkenalkan produk-produk seperti anyaman serawung, batik khas pedalaman, serta aneka makanan olahan yang dibuat oleh warga desa.

Upaya ini membuat produk lokal Long Noran semakin dikenal, tidak hanya di lingkungan sekitar, tetapi juga mulai menarik perhatian di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Camat Telen, Petrus Ivung, menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para ibu-ibu yang tergabung dalam PKK Long Noran. Menurutnya, dedikasi dan semangat mereka menjadi salah satu faktor utama meningkatnya aktivitas ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

“Ibu-ibu PKK di Long Noran itu luar biasa. Mereka bantu promosikan produk anyaman, batik, sampai makanan olahan,” ujar Petrus saat diwawancarai.

Tak hanya fokus pada promosi, TP-PKK bersama pemerintah desa juga secara rutin mengadakan pelatihan keterampilan bagi warga. Kegiatan ini mencakup pelatihan pengolahan hasil alam, pengembangan kemasan produk, hingga dasar-dasar pemasaran sederhana agar pelaku UMKM mampu bersaing dan melihat peluang usaha secara lebih luas. Dalam berbagai kegiatan sosialisasi, pelaku UMKM lokal selalu dilibatkan agar mereka terbiasa memperkenalkan dan menjual produknya secara langsung kepada masyarakat.

Petrus Ivung menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam roda ekonomi desa merupakan hal yang sangat penting dan harus terus didorong.

“Kalau perempuan terlibat aktif, ekonomi desa ikut bergerak. Itu yang kami dorong terus,” tambah Petrus.

Sinergi yang terbangun antara TP-PKK, pelaku UMKM, dan pemerintah kecamatan menjadi contoh nyata bahwa kekuatan komunitas kecil mampu menciptakan perubahan besar. Dari desa di pedalaman Kutai Timur, semangat kolaborasi ini tumbuh menjadi fondasi kuat bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.ADV

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *