
Kutai Timur – Di tengah rimbunnya kawasan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terdapat sebuah aset strategis yang kini mulai menarik perhatian publik, yaitu Bendungan Juk Ayaq. Infrastruktur ini telah lama dibangun dengan fungsi utama sebagai sumber irigasi bagi puluhan hektare sawah, namun belakangan juga mulai dikenal sebagai lokasi wisata alam yang menenangkan bagi masyarakat sekitar.
Camat Telen, Petrus Ivung, menyampaikan bahwa bendungan ini memiliki potensi ganda yang sangat besar. Selain mendukung ketahanan pangan, bendungan juga memiliki nilai estetika dan rekreasi yang tinggi. “Kalau dikelola maksimal, Bendungan Juk Ayaq bisa punya dua fungsi sekaligus: mendukung irigasi sawah dan menjadi objek wisata yang menarik,” ujar Petrus saat diwawancarai.
Kondisi air yang jernih dan dikelilingi perbukitan hijau menciptakan suasana alami yang sangat nyaman untuk rekreasi keluarga, olahraga ringan, atau kegiatan komunitas. Ia menambahkan, jika pengelolaan dilakukan secara profesional oleh dinas terkait, kawasan ini bisa menjadi ikon wisata baru yang meningkatkan kunjungan dan ekonomi lokal.
Pengembangan bendungan sebagai destinasi wisata tidak hanya menambah nilai ekonomi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat. “Warga sekitar bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membuka usaha kuliner, berjualan, atau menyediakan fasilitas wisata air sederhana,” jelas Petrus.
Bendungan Juk Ayaq menjadi contoh nyata bahwa pembangunan infrastruktur pertanian dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata pedesaan yang berkelanjutan. Dengan perencanaan yang matang, aset ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus menghadirkan ruang publik yang ramah bagi masyarakat Kutai Timur. ADV
![]()






