
Kutai Timur – Harapan besar mengiringi langkah maju para pelaku seni di Kutai Timur. Setelah tiga tahun menjalankan program standarisasi dan sertifikasi kesenian tradisional, kini pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur menargetkan agar seniman lokal bisa menembus sertifikasi tingkat nasional.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Timur, Padliyansyah, menyampaikan optimismenya terhadap potensi para peserta yang telah mengikuti kegiatan selama tiga angkatan terakhir.
“Semoga seniman dari tiga angkatan yang telah mengikuti kegiatan ini ada yang lolos untuk sertifikasi tingkat nasional. Kami juga sudah mengusulkan anggaran untuk tahun 2026 agar kegiatan sertifikasi ini dapat terus dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan sertifikasi tidak hanya soal administrasi, tetapi menjadi bentuk pengakuan resmi terhadap kompetensi dan profesionalitas seniman daerah.
Melalui sertifikasi nasional, para pelaku seni Kutai Timur diharapkan mampu memperluas jangkauan karyanya, sekaligus membawa nama daerah ke pentas budaya yang lebih luas.
Program sertifikasi ini telah menjadi bagian penting dari strategi Pemkab Kutai Timur dalam memperkuat posisi seniman lokal agar mampu bersaing di era industri kreatif yang semakin kompetitif.
Dukungan anggaran untuk tahun 2026 pun telah disiapkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan kegiatan ini.
“Kita ingin para seniman Kutai Timur diakui secara nasional, bukan hanya karena bakatnya, tapi karena kompetensinya,” tegas Padliyansyah.
Dengan semangat itu, Kutai Timur kembali menegaskan diri sebagai salah satu daerah yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berupaya menempatkan seniman sebagai profesi yang berdaya, bermartabat, dan diakui secara resmi. (SH/ADV)
![]()






