
Kutai Timur – Rencana Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk kembali menjalankan proyek multiyears pada tahun anggaran mendatang mendapat sorotan khusus dari DPRD. Di tengah dinamika keuangan daerah, program tahun jamak dianggap masih relevan, namun harus dijalankan dengan perhitungan yang jauh lebih hati-hati.
Bagi para legislator, keberhasilan proyek multiyears sangat ditentukan oleh kedisiplinan pemerintah dalam mengelola anggaran agar tidak menciptakan beban fiskal di tahun-tahun berikutnya.
Wakil Ketua I DPRD Kutai Timur, Sayid Anjas, menegaskan bahwa proyek tahun jamak bukanlah hal yang dilarang. Pemerintah daerah tetap memiliki ruang untuk melaksanakannya, selama seluruh proses perencanaannya dilakukan berdasarkan kemampuan keuangan yang riil.
“Yang penting perhitungannya akurat, agar tidak membebani APBD di tahun berikutnya,” ujarnya pada Jumat (31/10/2025).
Menurut Sayid, proyek multiyears pada dasarnya dirancang untuk menyelesaikan pekerjaan besar yang tidak mungkin diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Pembangunan jalan di wilayah terpencil, konstruksi jembatan, hingga infrastruktur pelayanan publik membutuhkan jangka waktu panjang dan komitmen anggaran yang konsisten. Namun, strategi ini baru memberikan manfaat apabila sejak awal terdapat kejelasan target, skema pembiayaan, dan kemampuan daerah untuk menyelesaikan proyek hingga tuntas.
Ia menambahkan bahwa DPRD Kutai Timur akan memperkuat fungsi pengawasan agar setiap proyek multiyears benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan prioritas dan tidak disusun secara terburu-buru. Pengawasan ini diperlukan agar pemerintah tidak terjebak pada proyek yang terlalu besar atau tidak mendesak, yang pada akhirnya berisiko menggerus kapasitas keuangan daerah.
Selain menekankan pentingnya perhitungan anggaran, Sayid juga mengingatkan bahwa proyek multiyears harus diimbangi evaluasi berkala. Pemerintah diminta memastikan bahwa setiap tahap pekerjaan berjalan tepat waktu dan tidak melewati batas pagu anggaran yang sudah ditetapkan.
DPRD berharap pemerintah tetap menjadikan prinsip kehati-hatian sebagai dasar utama dalam mengelola proyek tahun jamak. Dengan perencanaan yang matang, Kutai Timur dapat menjalankan pembangunan berkelanjutan tanpa meninggalkan beban keuangan bagi generasi berikutnya. (SH/ADV)
![]()






